ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN TINGKAT RISIKO DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) PADA BAGIAN PRODUKSI SALAH SATU INDUSTRI TEPUNG KELAPA

  • Monalisa F. Sumampouw Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi
  • Diana V. Doda Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi
  • Effendi P. Sitanggang Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi
Keywords: Industri Tepung Kelapa, Potensi Bahaya, Tingkat Risiko, Job Safety Analysis (JSA)

Abstract

PT DNA merupakan perusahaan industri tepung kelapa. Dalam proses pembuatan tepung kelapa terdapat beberapa tahap pekerjaan yang di bagi dalam dua bagian yaitu bagian open area dengan tahap pekerjaan nuts counter, sheller, parer, inspection, dan bagian processing area dengan tahap pekerjaan, washing, grinder, rebalance, feeder, pickers, pecking. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi bahaya dan tingkat risiko dengan menggunakan metode Job safety Analysis (JSA). Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian identifikasi potensi bahaya dan penilaian tingkat risiko pada bagian open area yaitu tingkat risiko tinggi pada potensi bahaya jari tangan terjepit pada mesin deshelling, terkena pecahan material tempurung kelapa. Tingkat risko sedang, pada potensi bahaya tertimpa biji kelapa, lecet pada telapak tangan, terpeleset, nyeri punggung, tertusuk pecahan tempurung, terpotong pisau perer. Tingkat risiko rendah, pada potensi bahaya tersengat arus listrik, terjepit pada mesin nuts counter. Pada bagian processing area yaitu tingkat risiko tinggi, terdapat pada potensi bahaya terpapar bising. Tingkat risiko sedang terdapat pada potensi bahaya nyeri punggung, terjatuh dari tangga pada tahap pekerjaan washing, terpeleset, terpapar suhu panas, terkena tepung panas, nyeri pada mata, terpapar getaran. Tingkat risiko rendah, terdapat pada potensi bahaya jatuh dari tangga pada tahap pekerjaan grinder, tersengat arus listrik, terjepit pada mesin metal detector. Pengendalian yang dilakukan berdasarkan hirarki pengendalian risiko yaitu: pengendalian rekayasa, adminitrasi dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

Kata kunci : Industri Tepung Kelapa, Potensi Bahaya, Tingkat Risiko, Job Safety Analysis (JSA)


ABSTRACT
PT DNA is a coconut flour industry company. In the process of making coconut flour there are several stages of work divided into two parts, namely the open area with the nuts counter, sheller, parer, inspection and part processing with the job stage, washing, grinder, rebalance, feeder, pickers, packing. The purpose of this research is to know the potential of danger and risk level by using Job Safety Analysis (JSA). This research is done by in-depth interview and observation. The results of the identification of potential hazards and risk assessment on the open area is a high risk level on the potential dangers of fingers sandwiched in the deshelling machine, exposed to coconut shell material fragments. Medium risko level, on the potential dangers of coconut seeds, blisters on the palms of the hands, slip, back pain, punctured shrapnel, cut off perer blades. Low risk level, at the potential danger of electric shock stung, pinned on the machine nuts counter. In the area of processing that is high risk level, there is in the potential danger of exposure to noise. Levels of risk are present in potential dangers of back pain, falling from the stairs at the job stage washing, slipping, exposure to hot temperature, exposure to heat flour, eye pain, exposure to vibration. Low risk level, there is a potential danger of falling from the stairs at the stage of grinder work, stung electric current, squeezed on metal detector machine. Controls performed under the hierarchy of risk control are: engineering control, administration and use of Personal Protective Equipment (PPE).

Keywords : Coconut Flour Industry, Hazard Potential, Risk Level, Job Safety Analysis (JSA)

Published
2017-06-15