FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTEK BUANG AIR BESAR MASYARAKAT DI DESA GARUGA KECAMATAN MANTOH KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH

  • Halenita Saliani Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Odi R. Pinontoan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Jimmy Posangi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
Keywords: Pengetahuan, Sikap, Pendidikan, Pendapatan, Peran Petugas Kesehatan, Peran Tokoh Masyarakat, Praktek Buang Air Besar

Abstract

Praktek buang air besar ialah perilaku seseorang yang berkaitan dengan kegiatan pembuangan tinja meliputi, tempat pembuangan tinja dan pengolahan tinja yang memenuhi syarat kesehatan dan bagaimana cara buang air besar yang sehat sehingga tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Desa Garuga merupakan salah satu Desa binaan Puskesmas Mantoh yang jaraknya 15 km2 dari lokasi Puskesmas. Beberapa masalah ditemui seperti masih banyak keluarga yang tidak memiliki sanitasi yang layak (jamban sehat) sehingga mereka memanfaatkan lahan terbuka, kebun, bahkan sumur galian untuk membuang kotoran atau tinja. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktek buang air besar masyarakat di Desa Garuga Kecamatan Mantoh Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian survei analitik dengan metode pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini ialah semua kepala kepala keluarga yang tinggal menetap di Desa Garuga sejak tahun 2016 berjumlah 75 KK. Sampel yang diteliti diambil dari total populasi. Instrumen penelitian yang digunakan ialah kuesioner. Data ditabulasi kemudian dilakukan perhitungan uji Chi-Square untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik untuk analisis multivariat dengan menggunakan program analisis statistik. Penelitian ini disimpulkan bahwa faktor pengetahuan, faktor sikap, faktor pendidikan, faktor pendapatan, faktor peran petugas kesehatan, dan faktor peran tokoh masyarkat mempunyai hubungan yang bermakna dengan praktek buang air besar masyarakat di Desa Garuga Kecamatan Mantoh Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah serta faktor yang paling dominan berhungan dengan praktek buang air besar masyarakat di Desa Garuga Kecamatan Mantoh Keabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah ialah peran petugas kesehatan. Saran yang dapat diberikan ialah upaya pengembangan program STBM dari puskesmas untuk wilayah Desa Garuga Kecamatan Mantoh Keabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah kepada kepala keluarga yang belum memiliki jamban dengan system pemicuan untuk meningkatkan kepemilikan jamban di Desa Garuga Kecamatan Mantoh Keabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.

Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Pendidikan, Pendapatan, Peran Petugas Kesehatan, Peran Tokoh Masyarakat, Praktek Buang Air Besar

 

ABSTRACT
The defecation practice is a person’s behavior in relatet to activities in culudes excreta disposal, the sludge removal and sludge treament witch qualified health and how you can defecated healthty, so it did not cause adverse in impacts. Garuga village is one of the village built Mantoh health centers that where locatet 15 KM2 from the location of health centers. Some problems towndedd are families did not have adeguate sasitation (latrines healthy) so that they used garden and holedsoil. To the devecated the purpose of this studi was to analyze factors related to public devecation practice in the Garuga village Mantoh district central Sulawesi. The of this research used analytic survey witch cross sectional study. The population are all heads of famillies hu in the Garuga village since 2016 as many 75 households. The sample total are population total. The instruments used in this study was questionnaire. Researcher used chi square test and logistic regression test for data analysis with the help of a computer program SPSS Statistics 22.0. The concluded this study are knowledge, attitude, aducation, income, the role of helath wokers, and factor leaders have a community related to practice of defecating community in the Garuga village Mantoh District of Central Sulawesi and the most dominant factor related to public defecation pratice int the Garuga Village is the role of health workers. Advice can be given is STBM program development efforts of the heakth clinic to the Garuga Village District Mantoh of Central Sulawesi Province to the helath of the family who do not have latrines with detonation system to improv latrine ownership in the Garuga village District Banggai of Central Sulawesi Province.

Keywords: Knowledge, Attitude, Aducation, Income, The Role of Helath Wokers, Factor Leaders, Practice of Defecating

Published
2017-10-15