PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA MELALUI PENGEMBANGAN EKOENZIM DI KECAMATAN SINGKIL KOTA MANADO

  • Grace D Kandou Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi
  • Sekplin A.S. Sekeon Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi
  • Priscilla C. Kandou Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi
Keywords: Ekoenzim, Limbah rumah tangga

Abstract

Peningkatan aktivitas manusia di rumah tangga menyebabkan semakin besarnya volume limbah yang dihasilkan dari waktu ke waktu. Kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan terhadap kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan yang tepat terhadap limbah. Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah rumah tangga yang terlalu banyak jika tidak dapat ditanggulangi sangat berpotensi mencemari dan meracuni lingkungan. Pengolahan limbah rumah tangga ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pencemaran terhadap lingkungan yang dapat berdampak terhadap terganggunya kesehatan masyarakat. Ekoenzim pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya dibuang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik. Ekoenzim memiliki manfaat yang berlipat ganda. Dengan memanfaatkan sampah organik sebagai bahan bakunya, kemudian dicampur dengan gula aren dan air, proses fermentasinya menghasilkan gas ozon dan hasil akhirnya adalah cairan pembersih serta pupuk yang ramah lingkungan. Tujuan kegiatan ini ialah untuk mengembangkan konsep pengolahan limbah rumah tangga melalui ekoenzim dan mensosialisasikan konsep tersebut di tingkat masyarakat khususnya rumah tangga

Published
2021-12-02