HUBUNGAN UMUR DAN PENDIDIKAN PASANGAN USIA SUBUR DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI PUSKESMAS PINGKAN TENGA KECAMATAN TENGA KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2020

  • Rutler P. Masalamate Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Trinita
  • Riske Rindorindo Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Trinita
  • Sisko Sipir Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Trinita
  • Lenny Assa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Trinita
Keywords: Umur, Pendidikan, Kontrasepsi Suntik 3 Bulan

Abstract

Upaya pemerintah menerapkan program Keluarga Berencana (KB) pada Pasangan Usia Subur (PUS) bertujuan untuk mencegah kehamilan, terutama kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan resiko tinggi, karena hal tersebut dapat menyebabkan atau menambah angka kesakitan dan angka kematian ibu. Hasil cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) berdasarkan kepesertaan ber-KB di Sulawesi Utara tahun 2017 jumlah Pasangan Usia Subur 397.771, sedangkan KB aktif berjumlah 265.902 (66,85%), yang pernah menggunakan berjumlah 72.796 (18,30%), dan yang tidak pernah berjumlah 59.073 (14,85%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan umur dan pendidikan Pasangan Usia Subur (PUS) dengan penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan di Puskesmas Pingkan Tenga Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study, untuk mengambarkan dan mengidentifikasi adanya hubungan umur dan pendidikan pasangan usia subur (PUS) dengan penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh PUS Usia 20-45 tahun berjumlah 96 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Product Moment Pearson dengan taraf kemaknaan α<0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat di tarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara umur ibu dengan penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan p=0.00. Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan p=0,026. Di harapkan Bagi puskesmas dan petugas kesehatan terutama bidan diharapkan segera memberikan informasi secara lengkap mengenai alat kontrasepsi kepada aseptor KB dan merencanakan berbagai program seperti meningkatkan penyuluhan mengenai jenis alat kontrasepsi supaya aseptor KB dapat memilih alat kontrasepsi yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya.

Published
2021-03-05