FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAK KEKERASAN TERHADAP PERAWAT DI RSU GMIM BETHESDA TOMOHON

Merry Pricilia Limen, Jootje M. L. Umboh, A. Joy M. Rattu

Abstract


Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menyatakan pelaku tindak kekerasan yang terjadi di rumah sakit dan pusat layanan kesehatan lainnya dapat bersumber dari pasien, pengantar pasien, pengunjung, tamu asing, dan bahkan rekan kerja ataupun atasan. Dalam dekade terakhir, terlihat bahwa tingkat kekerasan di tempat kerja terhadap petugas kesehatan di rumah sakit meningkat sebanyak tiga kali lipat.

Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional, untuk menganalisis faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan tindak kekerasan  di RSU GMIM Bethesda Tomohon yang dilakukan selama 4 bulan (September - Desember 2017). Sampel yang dipakai pada penelitian ini sebanyak 98 orang perawat.

Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikan variabel yang berhubungan dengan tindak kekerasan terhadap perawat antara lain tingkat pendidikan (p=0,025), lama kerja (p=0,017), sistem keamanan (p=0,287), kunjungan pasien dengan alkohol / obat – obatan (p=0,033), waktu tunggu pelayanan (p=0,696), sedangkan variabel paling dominan adalah lama kerja.

Kesimpulannya terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, lama kerja dan kunjungan pasien dengan alkohol/obat – obatan dengan tindak kekerasan terhadap perawat di Rumah Sakit GMIM Bethesda Tomohon, sedangkan variabel sistem keamanan dan  waktu tunggu pelayanan tidak berhubungan dengan tindak kekerasan terhadap perawat di Rumah Sakit GMIM Bethesda Tomohon. Oleh karena itu disarankan kepada semua pihak baik pemerintah, penyedia pelayanan kesehatan (institusi rumah sakit) maupun masyarakat dengan tingginya angka kejadian kekerasan dirasa perlu untuk dapat menetapkan komitmen bersama menolak tindakan kekerasan bagi petugas kesehatan.

 

 

ABSTRACT

The Occupational Safety and Health Administration (OSHA) says violent perpetrators in hospitals and other health care centers can be sourced from patients, patient introductions, visitors, foreign guests, and even colleagues or superiors. In the last few decades, it has been seen that the level of workplace violence to healthcare workers in hospitals has increased threefold. Therefore, this study aims to analyze factors related to violence against nurses at GMIM Bethesda Tomohon Hospital.

This study is a quantitative analytical survey using cross sectional design to analyze factors related to violence at GMIM Bethesda Tomohon Hospital conducted in September - December 2017. The sample that will be used in this research is 88 nurses.

The results indicate that the significant value of the variables associated with the acts of violence against the nurse include education level (p = 0.025), length of work (p = 0.017), security system (p = 0.287), patient visits with alcohol / drugs (p = 0.033), service waiting time (p = 0.696), while the most dominant variable is the length of work.

In conclusion there is a relationship between educational level, length of work and patient visits with alcohol / drugs with violence against nurses at GMIM Bethesda Tomohon Hospital, while security system variables and service waiting times are not related to violence against nurses at GMIM Bethesda Hospital Tomohon. It is therefore advisable to all parties of the government, health providers (hospital institutions) and communities with high incidents of violence to be able to establish a shared commitment to refuse acts of violence for health workers.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.