BENTUK DAN AKIBAT STIGMA SERTA DISKRIMINASI TERHADAP ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) DI KOTA KOTAMOBAGU TAHUN 2018

Imelda Hesdy Lamaka, Karel Pandelaki, Odi R. Pinontoan

Abstract


HIV/AIDS sering diasosiasikan dengan perilaku atau kebiasaan buruk yang dianggap tidak sesuai atau bertentangan dengan norma positif dalam masyarakat. Stigma dan diskriminasi dari berbagai segi dapat memberikan pengaruh yang jauh lebih luas dibandingkan virus HIV itu sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkapkan bentuk dan akibat stigma serta diskriminasi yang diterima oleh ODHA di Kota Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengungkapkan secara komprehensif dan alami tentang bentuk dan akibat stigma dan diskriminasi yang dialami ODHA di Kota Kotamobagu. Pemilihan sampel informan pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling yang berdasarkan pada prinsip kesesuaian dan kecukupan, yang menjadi informan adalah ODHA, pemegang program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, petugas kesehatan (dokter dan perawat), keluarga dan masyarakat terdekat dengan ODHA, serta ditunjang dengan data sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya dan laporan tahunan kasus HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu. Data di analisa menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian yaitu bentuk dan akibat stigma serta diskriminasi yang diterima ODHA sebagian besar ODHA tidak mendapatkan stigma berupa isolasi dan kekerasan fisik dari keluarga dan teman. Semua ODHA pernah mengalami stigma dan diskriminasi berupa gosip, olok-olok, sebutan negatif, pengucilan, pengutukan, penghinaan dan dihakimi. Semua ODHA mendapatkan stigma dan diskriminasi berupa kehilangan hak dan kekuasaan untuk mengambil keputusan atas dirinya sendiri. Sebagian besar ODHA tidak menyalahkan dan mengisolasikan diri mereka sendiri. Semua ODHA tidak mendapatkan stigma dan diskriminasi berupa stigma karena apresiasi diri.  Sebagian besar ODHA tidak mendapatkan stigma dan diskriminasi berupa stigma karena penampilan atau jenis pekerjaan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ODHA menerima dan mengalami stigma dan diskriminasi berupa isolasi dan kekerasan fisik dari keluarga dan teman, gosip, olok-olok, sebutan negatif, pengucilan, pengutukan, penghinaan dan dihakimi, kehilangan hak dan kekuasaan untuk mengambil keputusan atas dirinya sendiri, menyalahkan serta mengisolasikan diri mereka sendiri, dan semua ODHA tidak mendapatkan stigma dan diskriminasi berupa stigma karena apresiasi diri bahkan hanya sebagian kecil ODHA yang tidak mendapatkan stigma dan diskriminasi berupa penampilan atau jenis pekerjaan. Saran, bagi pemerintah khususnya Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu agar melakukan sosialisasi dengan memberikan penyuluhan HIV/AIDS kepada masyarakat dan semua pihak untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS serta dapat memberikan dukungan kepada ODHA sehingga ODHA bisa bersosialisasi dengan dunia luar dan tidak menyalahkan dirinya serta dapat memiliki dan meningkatkan kualitas hidup ODHA.

 

 

ABSTRACT

HIV/AIDS is often associated with bad behaviors or habits that are deemed incompatible or contrary to positive norms in society. Stigma and discrimination in many ways can have far more influence than the HIV virus itself. The purpose of this study is to reveal the forms and consequences of stigma and discrimination received by people with HIV/AIDS in Kota Kotamobagu. This research used qualitative method with phenomenology approach to reveal comprehensively and naturally about the shape and effect of stigma and discrimination experienced by people with HIV/AIDS in Kota Kotamobagu. Selection of informant sample in this study using purposive sampling and snowball sampling method based on the principle of conformity and adequacy, which became informants are People with HIV/AIDS, HIV/AIDS program holder Kotamobagu City Health Office, health workers (doctors and nurses), family and communities closest to People with HIV/AIDS and supported by secondary data obtained from previous research results and annual reports of cases of HIV / AIDS Kotamobagu City Health Office. The data in the analysis using content analysis method. The result of the study are the forms and consequences of stigma and discrimination received by people most living with HIV most people with HIV/AIDS do not get stigma in the form of isolation and physical violence from family and friends. All people with HIV/AIDS have experienced stigma and discrimination in the form of gossip, banter, negative designation, exclusion, condemnation, humiliation and judgment. All people with HIV/AIDS get stigma and discrimination in the form of loss of rights and power to make decisions on it self. Most people with HIV/AIDS do not blame and isolate themselves. All people living with HIV/AIDS do not get stigma and discrimination in the form of stigma due to self-appreciation. Most people living with HIV/AIDS do not get stigma and discrimination in the form of stigma because of the appearance or type of work. This research can be concluded that most people living with HIV/AIDS receive and experience stigma and discrimination in the form of physical isolation and violence from family and friends, gossip, mockery, negative designation, exclusion, condemnation, humiliation and judgment, loss of rights and power to make decision alone, blame and isolate themselves, and all people living with HIV/AIDS do not get stigma and discrimination in the form of stigma because self appreciation even only a small part of people living with HIV who do not get stigma and discrimination in the form of appearance or kind of work. Suggestion, for the government, especially Health Department of Kotamobagu City to socialize by giving HIV/AIDS counseling to society and all parties to increase knowledge about HIV/AIDS and can give support to people with HIV/AIDS so that people with HIV/AIDS can socialize with outside world and do not blame herself and can have and improve the quality of life of people with HIV/AIDS.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.