HUBUNGAN PARITAS DENGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA PADA MASA NIFAS DI RSU PANCARAN KASIH MANADO

Feilan C. Lasut

Abstract


Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator utama derajat kesehatan masyarakat dan ditetapkan sebagai salah satu tujuan Millenium Development Goals (MDGs). AKI Indonesia diperkirakan tidak akan dapat mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) yang ditetapkan, yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Masa nifas adalah masa setelah partus sampai pulihnya kembali alat-alat kandungan seperti sebelum hamil. Tanda bahay nifas adalah suatu tanda yang abnormal pada masa nifas. Paritas adalah keadaan wanita berkaitan dengan jumlah kelahiran. Pengetahuan adalahhasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan paritas engan pengetahuan ibu nifas dengan tanda bahaya nifas di RS Pancaran kasih GMIM Manado. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional . populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang dirawat di RS Pancaran kasih selang Juni – agustus berjumlah 670 ibu nifas. Jumlah sampel 67, dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Kesimpulannya adalah sebagian besar responden termasuk dalam kategori pengetahuan baik tentang tanda bahaya nifas yang berjumlah 47 responden (70,1%).sedangkan yang kurang 20 responden (29,9%). Ada hubungan paritas dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya pada masa nifasdi RSU Pancaran kasih GMIM Manado. Dengan nilai signifikan α 0.03 (α < 0,05).

 

Kata Kunci : Paritas, Pengetahuan, Tanda-tanda Bahaya Nifas

 

ABSTRACT

Maternal Mortality Rate (MMR) is a leading indicator of community health status and is set as one of the goals of the Millennium Development Goals (MDGs). Indonesian AKI is not expected to be able to achieve the Millennium Development Goals (MDGs) set, which is 102 per 100,000 live births in 2015. Postpartum period is the period after parturition until recovery of uterine devices such as before pregnancy. Signs of puerperium are an abnormal sign during the puerperium. Parity is the condition of a woman related to the number of births. Knowledge is the result of knowing and this happens after people have sensed an object. The aim of the study was to determine the relationship of parity with knowledge of postpartum mothers with puerperal danger signs in the Pancaran Kasih GMIM Hospital, Manado. This type of research uses descriptive correlative with the Cross Sectional approach. The population in this study were postpartum mothers who were treated at the Pancaran Kasih Hospital in June - August totaling 670 postpartum mothers. The number of samples is 67, with sampling techniques using purposive sampling. The conclusion is that most respondents were included in the category of good knowledge about puerperal danger signs totaling 47 respondents (70.1%), while those with less 20 respondents (29.9%). There is a relationship between parity and knowledge of postpartum mothers about danger signs during puerperal period at RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. With a significant value of α 0.03 (α <0.05).

 

Keywords: Parity, Knowledge, Signs of Postpartum Dange


Refbacks

  • There are currently no refbacks.